Senja sore itu berbeda dari senja biasa yang ku kenal dan kunikmati. Bukan perihal dirimu yang tak ada disana saat senja ingin beranjak pergi sore itu atau mungkin ingatan mengenai dirimu. Senja sore itu ada tangis yang tumpah riuh secara serempak memekakkan telinga. namun tidak mengganggu, tangis yang begitu menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya. Iba, bulir-bulir air mata pun jatuh bebas membasahi lantai koridor yang entah mengapa menjadi begitu gelap, nampak sangat muram, hanya seberkas cahaya senja yang sedikit memberi cahaya yang kuharap mampu memberinya sedikit ketenangan sebagaimana senja biasanya. Namun sayang, koridor yang sepi dan gelap itu dengan sinar jingga yang menembus kaca jendela tidak benar-benar memberikan ketenangan dan kekuatan yang biasa ia berikan. Seperti orang-orang yang pada umumnya yang seakan terhipnotis oleh keelokannya di sore hari. Bahkan saat lembayung senja terbentuk pun dengan sinar jingga kemerahannya yang membawa udara sejuk ke seluruh...
You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one - The Beatles