Berbicara mengenai
pemuda masa kini, yang terlintas di fikiran kita adalah pemuda yang kebanyakan
dari mereka menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang, melakukan hal-hal
yang sebenarnya tidak bermanfaat namun mereka menganggap bahwa itu adalah hal
yang lebih bermanfaat dibanding meluangkan sedikit waktu mereka hanya untuk
sekedar membaca satu huruf Al-Qur’an. Namun, pernahkah kita berfikir sejenak,
apa yang akan kita bawa ketika kita meninggal nanti? Bagaimana kalau ajal kita
datang sekarang? Apakah kita sudah memiliki cukup bekal untuk kita di kuburan
nanti?
Pemuda pada zaman yang telah berada diera globalisasi
yang segalanya telah terjamah oleh kecanggihan-kecanggihan teknologi, dimanja
akan kenikmatan dunia yang begitu mengkilap kini mulai meninggalkan pedoman
hidup mereka yaitu Al-Qur’an dan beralih ke berbagai macam alat elektronik yang
berteknologi tinggi.
Pada zaman sekarang juga, para pemudah memilih untuk
membaca berbagai macam novel, komik, majalah, manga, dan beberapa macam bacaan
yang belum tentu berguna dibandingkan memilih untuk meluangkan sedikit waktu
mereka untuk membaca Al-Qur’an yang sudah jelas dan nyata memiliki 100 kali
lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan bacaan-bacaan yang pemuda kebanyakan
baca pada era globalisasi ini. Rasulullah SAW menganggap Alquran itu sebagai
al-Muta'abbadu bi tilawatihi (hal yang dianggap beribadah bila membacanya).
Sayang, meski membacanya dianggap sebagai sebuah bentuk ibadah, kita masih
sering membaca yang lain dibanding membaca Al-Qur’an.
Banyak diantara kita berfikir “saya jarang membaca
Al-Qur’an bukan karena saya malas atau saya tidak suka, melainkan saya belum
terlalu lancar dalam membacanya, saya masih kurang mantap dengan pemahaman
tadjwid saya”. Maka Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qamar:17:
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِر
Artinya:
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran?
Firman Allah SWT diatas telah menjelaskan tidaklah susah
mempelajari Al-Qur’an untuk menjadikannya pelajaran selagi kita betul-betul
berusaha untuk membacanya.
Al-Qur’an
adalah kitab suci yang paling mulia yang seharusnya kita jaga, kita baca, yang
kita senangi, menjadi bacaan kita sehari-hari, menjadi teman kita ketika merasa
senang maupun sedih, menjadi penerang ketika kita terduduk diam dalam
kegelapan, menjadi pilihan ketika kita gunda, dan menjadikannya sebagai pedoman
ataupun patokan dalam melakukan sesuatu dalam berkehidupan di era globalisasi
yang semakin menjauhkan kita dari apa yang seharusnya kita dekati, melupakan
apa yang seharusnya kita ingat, dan meninggalkan apa yang seharusnya kita jaga.
Kini, kita pemuda muslim yang mengaku muslim namun hanya
di KTP kita, tidakkah kita sungguh kasihan akan diri kita sendiri? Tidakkah
kita menyadari kalau kita ini membutuhkan penerang dalam menjalani hidup kita
ditengah-tengah gemerlapnya dunia yang tampak pada mata kita namun sebenarnya
kita berada dalam kegelapan, kesesatan, dan kebelengguan dunia? Tidakkah kita
pernah berfikir siapa yang akan menolong kita pada akhir zaman nanti kecuali
pertolongan dari Allah dan Al-Qur’an?
Sebagaimana dalam firman Allah QS. Al- Isra’ : 14
berikut:
اقْرَأْ
كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Artinya :
"Bacalah
kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab
terhadapmu".
Allah telah memerintahkan kita sendiri untuk membaca
Al-Qur’an dan menjadi pedoman kita. Namun, mengapa diantara kita masih saja ada
banyak pemuda yang begitu mengabaikan dan bahkan menjauhkan diri mereka dari
perintah Allah SWT? Inilah yang menjadi salah satu problematika pemuda masa
kini dalam menyikapi Al-Qur’an. Kebanyakan dari kita membeli Al-Qur’an namun
jarang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, menjadikan Al-Qur’an di rumah
sebagai perabotan pajangan yang hanya digunakan untuk menikmati nilai
estetikanya tanpa pernah membacanya bahkan untuk menyentuhnya pun mungkin itu
akan sangat jarang dilakukan.
Para pemuda pada era ini kebanyakan selalu
mencari suatu kegiatan yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan membaca
Al-Qur’an tanpa melihat keutamaan-keutamaan yang dimiliki Al-Qur’an, salah satu
contoh keutamaannya yaitu Rasulullah
SAW bersabda dalam salah satu hadistnya:
اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه (رواه
مسلم)
“Bacalah Al Quran karena ia akan datang pada hari
kiamat untuk memberi syafaat kepada orang yang telah membaca dan mengamalkan
isinya”
Allah telah memberikan kita
berbagai macam nikmat dan berbagai manfaat ketika kita membaca Al-Qur’an.
Namun, mengapa kita masih saja menutup mata, telinga, dan hati kita untuk
memberikan sedikit demi sedikit ruang untuk membaca Al-Qur’an dan mendapatkan
manfaatnya meski kita tida mendapatkannya di dunia, tapi Allah akan memberikannya
kepada kita pada akhir zaman yang insya Allah lebih baik dari apa yang kita
harapkan didunia.
Maka
dari itu, mulai dari sekarang marilah kita mulai membiasakan diri untuk membaca
Al-Qur’an meski hanya dengan satu huruf dalam satu harinya, Rasulullah SAW bersabda:
من قرأ
حرفا من كتاب الله فله حسنة و الحسنة بعشر أمثالها, لا اقول الم حرف و لكن : ألف حرف و لام حرف و ميم حرف. (رواه
الترمذي)
Artinya:
“ Barang siapa satu huruf dari
Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu mendapat pahala sepuluh
kali lipat. Aku (Muhammad) tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf.
Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf.”
Marilah kita menjadi pemuda Islam yang
cinta akan Al-Qur’an dan menjadi pemuda yang mampu mengamalkan Al-Qur’an,
karena pemuda Islam masa kini adalah cerminan pemuda masa depan, maka marilah
kita menjadi pemuda yang lebih baik dari hari kemarin. Syukron..
Komentar
Posting Komentar