Langsung ke konten utama

Cerita Cinta Pertama~~

Malaaam guysss :*

            Pengen nulis tapi bingung mau nulis apa, mau curhat tapi gak tau mau curhat apa-_-, kalian mau dengar curhatan kayak gimana emang? (tunggu, emangnya blog bisa bicara? lupakan!)
            Tuhkan, kalian aja bingung mau dengar cerita kayak gimana, apalagi ekee~~ Ohh yah, eke mau share cerita cinta pertama eke aja gimana? Huahahahaha, percaya atau enggak, cinta pertama gue temuin di semak-semak belukar sekitar daerah hati yang gelap, dan dia datang membawa sebuah lampion dan menerangi hati yang gelap ini dengan seberkas cahaya yang dia bawa ke dalam hati ini, *mendadak puitis* eaaaaaa~
            Gue ketemu cinta pertemu gue pas SMA kelas 1 tepatnya di SMA Neg. 18 Makassar, pas SMP sih pernah suka sama cowok namanya Risman, dia cowok tercool di SMP gue menurut gue, gue bisa gila kalo dia datang dekat kelas gue, nyapa gue, senyum ama gue, kadang malah gue sampe teriak-teriak sendiri dikelas gue kalo dia ada diluar kelas gue (teriak histerisnya udah ngalahin orang kesurupan), tapi gue gak bisa bilang dia cinta pertama gue sihh, karena setelah bangkit dari dunia yang kelam itu gue menyadari gue cuman kagum sama dia (sampe sekarang aja kalo gue ketemu sama dia, gue masih teriak-teriak gak jelas, masih menoleh kerumahnya kalo lewat~~), perasaan kagum gak bisa dikategorikan sebagai cinta, iyakan, yakan, benerkan, gue gak salah kan, ya kan??
             Okeeee, kita balik ke topik utama kita membahas cinta pertama gue yang sempat terlupakan oleh sosok yang membuat gue jadi cewe freak pas SMP, okeeee cinta pertama gue itu pas SMA namanya................ Sebutin gak yahh?? malu sihh, tapi, tapi.... Okeee gue bakalan sebutin namanya, namanya ituuuuu........ Anugerah Merdeka Putra, atau biasa dipanggil Nuge' tapi gue lebih sering manggil dia Ukon (dear teman SMA guee, biarkan ini menjadi cerita guee, jangan diejekkk, pehleeeeaaaassseeeeee!!!)
              Pas pertama ketemu sihh, gak ngaruh sama sekali, perasaan gue kedia itu cuma biasa banget gak ada Heartbeatnya gituuuuu. Tapi, lama kelamaan sering ngobrol-ngobrol, becandaan bareng, yahh jadinya terjebak gitu di semak semak belukar dalam hati yang jauuuuuuuhhhh bingits, hahahaha.
              Saat itu dia termasuk anak nakal lahh, dia ngerokok, minum-minuman keras, tapi gak sampe make obat-obatan (Ukon, kalo lo baca inii, maapin gue yaakk :D). Tapi dia itu baiiiiiiiiiiiiiiikkkk banget, setia kawan, dan yang penting ituu, dia sayang banget sama keluarganyaa, aduhh jadi tersentuh dehh gueee, hahahahaa..
              Singkat ceritaaaa, gue PDKT gitu sama dia, udah ada sinyal-sinyal gitu juga dari diaaa, dia udah sering ngajak noton berdua, perhatian banget (Fakta: pas kelas 1 SMA gue belum dikasih Hp, gue ama dia gak pernah yang namanya smsan) tapi karena suatu dan kondisi, kesalahan dan kebodohan guee, hubungan gue sama dia tiba-tiba merenggang jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh bangettt, saling diam gak saling menyapa, semua keadaan berubah 360 derajat, etah gempa bumi atau tsunami macam apa yang datang pada saat ituu, Huuuuffffttttt, dan kenyataan paling pahittt yang mesti gue telan bulet-bulet ituu DIA JADIAN SAMA CEWEK LAIN yang lebih tepatnya Senior gue, gue sampe gak pernah nyangka kalo dia bakalan pacaran sama diaaa, bener kaget guee, kayak batu gunung besar menimpa gueeeee Huuuffffttt..
              Tapi hubungan mereka gak bertahan lama karena orang ketiga....
              Eeeeiiiiiiittttsssssss, jangan salah paham dulu gue gak berbalik ke masa lalu dan gak memulai lagi PDKT gue yang telah gagal, gue mutusin buat cuman jadi temen yang baik buat dia, gue baik kann (Baca: Mencoba tetap tegar dari semua badai yang gue hadapi karena dia)..
              Sekarang dia itu menjadi cowokkkk yang aliiiiiiiiiiiiiiiiiiimmmmmmmmmmmm bangettt, udah gak mau sentuhan sama cewek, udah mutusin kontak sama temen-temennya malahh, sekarang keberadaannya gak ada yang tauuu.......

               Yahhhh, itulah cerita cinta pertama gue yang gak berujung indahh dan maniss, tapi yaudah lahh gue jadi ngeiyain pernyataan orang-orang kalo "gak ada cinta pertama yang berujung manis"..

Sekian dulu yaaaakkkk~~~~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah Aku Menyapa?

Bolehkah aku menyapa? Disaat hati ini merasa enggan dan malu, Bolehkah Aku menyapa? Disaat kau bahkan tak melihat ataupun menatapku. Bolehkah aku menyapa? Disaat aku hanyalah seorang gadis yang tak punya kelebihan apapun. Bolehkah aku menyapa? Disaat matamu hanya menatap gadis lain dan itu bukan aku. Bolehkah aku menyapa? Disaat namaku pun kau tak tau. Bolehkah aku menyapa? Disaat kehadiranku pun kau tak kau sadari. Bolehkah aku menyapa? Meski melalu bait-bait puisi ini, yang entah akan kau baca atau tidak.. Bolehkah aku menyapa? #puisilama

Is that called LOVE?

        Kita tidak tau kapan sebuah perasaan muncul terhadap seseorang. Kita juga tidak tau kepada siapa perasaan ini akan berlabuh, kita tidak tahu apakah perasaan ini benar ataupun salah.         Hmmm, LOVE? Are we talking about LOVE now? Ohh God, for sure I haven't in relationship before, but I've fallin in love for some times to some man that always end with SUCK!!         Tapi, resiko ketika kita jatuh CINTA adalah SAKIT. Because LOVE is PAIN! Menurutku seperti itu, karena sebahagia apapun kita akan cinta yang kita miliki, pasti kita juga merasakan sakit karenanya, meski tidak sesakit orang yang cintanya ditolak, bertepuk sebelah tangan, dicampakkan, ataupun korban perselingkuhan karena cinta.         Kalu berbicara mengenai CINTA, saya tidak tahu pegertian cinta yang sebenarnya itu apa, tapi yang saya tau, CINTA adalah sesuatu yang kita ras...

Untitled

Entahh mau mulai dari mana, entah mau menggambarkannya seperti apa, semua perasaan itu mengganggu, perasaan yang sangat tak mengenakkan untuk dikenang, ataupu dirasakan saat ini.. Kecewaaaaa.. Yahhh, perasaan itulah yang tegah ku rasakan, kekecewaan yang begitu mendalam terhadap mereka, mereka mungkin tidak meyadari karena kini mereka melangkah lebih cepat dariku 10x lebih cepat melangkah dariku tanpa menungguku, mereka berjalanseolah tak ada aku disana, mereka berjalan seolah aku hanya bayangan mereka yang mengikuti mereka tanpa mengetahui arah dan tujuan mereka. Sangat menyedihkan.. Mereka tersenyum, tertawa, bahagia, tanpaku. Itu mungkin lebih baik buat mereka, mereka telah menemukan jalan hidup mereka yang sesungguhnya, mungkinn. Aku tak mengerti apa yang tengah ku pikirkan pada saat ini, berpikir seolah-olah kini aku telah mati untuk mereka, merasa terbuang oleh sekumpulan emas, apakah benar itu yang terjadi? Huh? Sangat mirisss.. Mereka datang mencariku ketika mereka memb...