Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Kau kemungkinan yang aku semogakan

Kau tahu mengenai rasa yang tersimpan dalam hati ini? Tentang rasa yang hanya kau sampaikan melalu ribuan oksigen yang kau hirup, melalu udara yang selalu kau rasa namun tak pernah kau lihat, melalui tumbuhan yang selalu saja melambai-lambai kearahmu seakan kau mataharinya, melalui senyum yang ku ukir ketika kita bertemu, melalui rasa gengsi yang ku buat ketika kita caggung, melalu mata yang berbinar ketika menatapmu, dan melalui setiap degupan jantungku yang ku tau kau tak mendengarnya.. Miris.. Aku tak berharap banyak dari setiap percakapan atau apapun keadaan yang kita ciptakan bersama, yang aku tahu, ketika aku melihatmu aku senang. Sesederhana itu? Mungkin ya, aku tak berharap banyak karna memang tidak boleh dan aku tau aku tak bisa.. Miris.. Kau tau? Ketika mereka mengumbar tentang kedekatanmu dengannya, aku hanya bisa trsenyum menelan rasa iri padanya. Tau kau lebih sering chat dengannya, tau kau lebih sering bertemu dengannya di luar dengan sebuah perencanaan yang matan...

Selamat Malam! Aku rindu, hanya sekedar menyapa..

Selamat malam.. Aku hanya ingin menyapamu melalui tulisan singka ini, meski tak begitu singkat. hehehe... Apa kabarmu? Sehat? Sudah makan belum? Ehehehe... Aku serasa remaja labil malam ini.. Aku hanya ingin menyapamu, selamat malam! terlalu banyak kata yang ingin terungkap hingga aku biingung ingin mulai dari mana. aku ingin menyapamu meski tak langsung sampai kepadamu. Tulisan ini perlu berjuang dengan sangat sangat sangat keras hanya untuk sampai kepadamu. Hahahaha, kau tau kenapa? Karena tak ada akses bagimu untuk membaca tulisan ini... (tetapi sekarang kamu mungkin sudah bisa membacanya) Terkadang sebuah rindu tak mestidiutarakan secara langsung kepada sang tersangka, kepada sang pemilik, kepada sang pembuat rindu ini.. Rindu yah? Entahlah harus memulai darimana untuk mengutarakan rindu ini. Apa aku harus mulai dari awal kita bertemu?Atau aku harus memulai saat dimana kau pertama kalinya menyapaku, saat dimana itu adalah hal langkah yang kau lakukan kepada orang-orang...

Aku Ingin Bercerita..

Aku ingin Bercerita.. Tentang seseorang dengan tanpa nama,, Tentang dia yang tak kunjung datang menumbuhkan sebersit rindu.. Tentang dia yang masih jauh dari sisiku.. Aku ingin Bercerita.. Tentang penantianku yang mungkin masih panjang, Tentang sebuah romansa indah yang masih dirahasiakan Tuhan dariku, Tentang seseorang yang selalu ku nanti.. Aku ingin bercerita.. Tentang hati yang tak lelah menunggu kedatangannya, Tentang aku yang tak henti-hentinya mencarinya.. Tentang masa depan yang ingin ku bangun dengannya.. Aku ingin bercerita.. Tentang dia yang selalu ku sebut dalam doa.. Tentang sosok yang nantinya menemaniku hingga akhir hayatku.. Tentang aku dan dia dan sebua rumah indah yang kita bangun.. Aku ingin bercerita.. Tentang jodohku kelak nanti.. Namun, aku belum bisa mengatakannya sekarang.. Karena itu semua masih menjadi rahasia Tuhan yang sangat indah.. Biarkan aku bercerita nanti saja..

Bolehkah Aku Menyapa?

Bolehkah aku menyapa? Disaat hati ini merasa enggan dan malu, Bolehkah Aku menyapa? Disaat kau bahkan tak melihat ataupun menatapku. Bolehkah aku menyapa? Disaat aku hanyalah seorang gadis yang tak punya kelebihan apapun. Bolehkah aku menyapa? Disaat matamu hanya menatap gadis lain dan itu bukan aku. Bolehkah aku menyapa? Disaat namaku pun kau tak tau. Bolehkah aku menyapa? Disaat kehadiranku pun kau tak kau sadari. Bolehkah aku menyapa? Meski melalu bait-bait puisi ini, yang entah akan kau baca atau tidak.. Bolehkah aku menyapa? #puisilama

Cerita di Pagi Hari: Pria di Pagi Hari dan Wanita di Sudut Kursi

Dia duduk di sudut kursi, menantikan kedatangan sesosok yang selalu membuatnya tersenyum dipagi hari. Seseorang yang membuatnya datang lebih pagi, membuatnya menemukan suatu semangat lain dalam hidupnya. setiap pagi, yah setiap pagi dia menjadi orang pertama yang datang ke kampus, hanya demi menjadi orang pertama untuk disapanya. Dia menunggu dengan riangnya, tak sekalipun dia mengerutkan wajahnya, senyum itu selalu terkembang dari bibirmanisnya, senyum yang ia tujukan untuk sosok itu. Dia dataaang!! Pekiknya dalam hati. Ia segera menundukkan wajahnya guna memperbaiki raut wajahnya. "Selalu saja.." ujar sosok itu tiba-tiba. "ehhh.." sahut wanita itu bingung. "Kau selalu saja datang pagi-pagi buta, apa kau tidak merasa kesepian menunggu kedatangan yang lain pada jam segini?" "Emm, tidak!" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya. "Justru aku menyukainya, ini sangat menyenangkan.." lanjutnya dengan tersenyum. "kau tidak bo...

Fikirku Hilang

Ku fikir rasa itu sudah benar benar hilang, hilang bersama tangis yang pernah ku jatuhkan saat menyadari sudah tak ada ruang lagi.. Ku fikir tak ada lagi degup jantung yang begitu membuncah yang tak beraturan saat menatap mata tajammu saat sadar bahwa semua memang sudah tak seperti dulu.. Ku fikir tak ada lagi semua hal-hal yang cukup menguras hati dan perasaan yang begitu melelahkan, hal yang selalu ku lakukan sendiri. Menatapmu dibalik helai bulu mataku, mencoba menarik perhatianmu, memperhatikanmu dalam keramaian, mencarimu dalam diam, menanti dalan diam, semuanya dalam diam tanpa kau ketahui sedikitpun mungkin (?) Namun ternyata tidak, aku masih seorang gadis yang begitu mengagumimu dalam diam, yang ternyata tanpa ku sadari masih saja memperhatikanmu dalam diam. Masih seorang gadis yang menaruh harap padamu, masih seorang gadis yang berusaha tampak baik-baik saja dengan perasaanku. Ternyata jantungku masih saja berdegup hanya dengan melihatmu di ujung koridor yang berjalan tak ...

Angin Harapan

Hujan tadi sore begitu menenangkan.. Menyisahkan sebuah bekas dengan genangan-genangan di jalanan.. Layaknya kenangan-kenangan yang begitu saja terukir dijalan yang kita lalui, begitu jelas.. Hujan pun mengerti betapa ini membingungkan.. Angin-angin selalu saja membawaku ke jalan yang sama dengan arah dan tujuan yang sama.. Yaitu kamu.. Aku pernah mencoba merubah arah angin itu, tapi tetap saja ia mengarahkannya kembali.. Diujung jalan sana kau berdiri entah apa yang kau lakukan, menantikanku kah? Seberapa besar langkahku untuk menuju mu, semakin sulit pula aku tuk mencapaimu.. Lelah.. Aku begitu lelah.. Peluh di dahiku pun tak malu untuk menampakkan dirinya.. Bisakah aku mendapatkan semua jawaban dari semua ini, setelah aku tiba di ujung jalan sana?? Makassar, 05 Oktober 2018

Rintik Pembangkit Rindu..

Pagi ini hujan mengucur namun tak deras Hanya rerintik rintik hujan pembangkit rindu yang turun Bukan galau, hanya saja menyenangkan berada dibawahnya.. Merasakan sejuta rindu dan rasa terpendam dibawahnya.. Kota pagi ini begitu padat mobil-mobil berjalan lambat dengan berbagai halangan.. Mengahalau tujuanku, begitupun denganmu.. Sikapmu kepadaku membuat kepadatan sendiri di sebuah jalan cintaku.. Lampu merah dan lampu hijaupun tak dapat ku bedakan bila menyangkut tentangmu.. Lampu kuningpun terkadang sesekali muncul namun tak begitu berarti.. Harus seperti apa? Sayang percayalah ini semua tentang kita, ohhh atau ini hanya tentangku kepadamu? Kembali ragu dengan diri sendiri.. Makassar, 1 Oktober 2016

Katamu..

Katamu ada rindu yang tercipta kerika ada dua insan yang saling berperasaan.. Katamu rindu itu abstrak hingga kadang sulit untuk kau definisikan.. Katamu rindu itu hanya ingin kau tanggung sendiri, egois katamu.. Katamu di siang hari yang terik membuatmu haus dan keringat bercucuran, namun kau bilang itu masih lebih ringan dari merindu, aku yakin itu hanya gombalan klasikmu yang lain.. Katamu setetes hujan mampu menumbuhkan sejuta rindu yang tertanam.. Katamu rindu akan datang tak tau situasi dan kondisi.. Katamu kopi dan rindu sesuatu yang mainstream hingga kau lebih memilih segelas susu untuk menemanimu merindu.. Merindu satu sosok yang kuharap itu aku, yang sedang menemanimu merindu dengan secangkir teh pagi ini.. Makassar, 29 September 2016

Kipas Angin

Layaknya kipas angin, perasaan ini terus saja berputar pada sumbu yang sama.. Itu kamu.. Tak akan berhenti untuk berputar hingga kau menyatakan untuk menghentikannya.. Begitupun dengan hal aneh namun menyenangkan ini.. Tak akan berhenti hingga kau menyuruhnya untuk berhenti.. Bukan berharap lebih.. Hanya saja menyenangkan rasanya berputar pada sumbumu.. Berputar pada duniamu.. Berputar mengarungi kejadian kejadian dalam satu waktu.. Aneh? Ohh tidak sayang.. Hal aneh ini kadang membuatku tersenyum namun sesaat kemudian aku marah.. Lalu tertawa, lalu menangis.. Lalu tersenyum, lalu cemburu.. Lalu semua itu terus saja berputar tanpa sadarku.. Kau begitu kuat memutar hal aneh ini.. Apa kau tak lelah? Jujur, aku lelah.. Namun maaf aku tak bisa menubgkapkannya.. Hanya menunggu semua rusak hingga aku tak mampu lagi berputar pada duniamu.. Hingga aku hanya akan menjadi hal yang tak kau butuhkan lagi.. Maaf, hanya ingin mengucapkan selamat malam padamu.. Makassar, 10 Juni 2016

Yang Tak Sampai

Ada kata yang tak bisa terucap dikala serius, namun ia lepas ketika candaan sedang dilanturkan. Terasa ada semacam tali yang selalu saja menghubungkan kita, tanpa sadar atau tidak sadar tali itu terus terukir, entah itu karena aku yang mengejarmu atau ini memang takdir yang di tentukan? Aku hanya menyemogakan harapan, dan mengaminkan doa yang ada.. Kau dan kekasihmu adalah cerita yang cukup berwarna dengan semua ini, tapi tak pernah menjadi penghalang buatku. Untukku kau ada disini, didekatku, berada ditempat yang sama, kota yang sama, negara yang sama telah terasa cukup bagiku. Tertawa dngan mu adalah nilai plus atau bisa dibilang bonus (?) hahaaha.. Selalu saja terbaik untukmu dan terbaik untukku yang ku inginkan~~ Makassar, 12 April 2016