Selamat malam..
Aku hanya ingin menyapamu melalui tulisan singka ini, meski tak begitu singkat. hehehe...
Apa kabarmu? Sehat? Sudah makan belum? Ehehehe...
Aku serasa remaja labil malam ini..
Aku hanya ingin menyapamu, selamat malam! terlalu banyak kata yang ingin terungkap hingga aku biingung ingin mulai dari mana.
aku ingin menyapamu meski tak langsung sampai kepadamu. Tulisan ini perlu berjuang dengan sangat sangat sangat keras hanya untuk sampai kepadamu. Hahahaha, kau tau kenapa? Karena tak ada akses bagimu untuk membaca tulisan ini... (tetapi sekarang kamu mungkin sudah bisa membacanya)
Terkadang sebuah rindu tak mestidiutarakan secara langsung kepada sang tersangka, kepada sang pemilik, kepada sang pembuat rindu ini..
Rindu yah? Entahlah harus memulai darimana untuk mengutarakan rindu ini. Apa aku harus mulai dari awal kita bertemu?Atau aku harus memulai saat dimana kau pertama kalinya menyapaku, saat dimana itu adalah hal langkah yang kau lakukan kepada orang-orang? Atau aku harus mulai dari saat dimana kita duduk berdampingan pertama kalinya meski itu dalam diam? ataukah aku harus mulai dari foto berdua kita yang pertama? ataukah aku harus mulai dari hal pertama yang membuatmu kagum padaku? ataukah aku harus memulai dari saat pertama kali kau genggam tanganku meski itu tanpa disengaja? Meskipun itu genggaman tangan pertama dan terakhir, hahahaha. Ataukah aku harus mulai dari saat dimana aku merindukanmu dan kau tiba-tiba menchatku seperti malam ini? Hahahaha
Mungkin terlalu banyak jikalau kuceritakan semua, namun hal-hal itulah yang kurindukan. Kau ingat saat dimana kita mendaki gunung bersama untuk kedua kalinya? Saat dimana kau cemberut karena berusaha menjagaku dari belakang dan aku dengan bodohnya aku menyebut nama orang dari masa laluku? Hahahaha, apa perlu aku deskripsikan raut wajahmu saat itu? Sangat lucu kau tau? Hahaha aku rindu..
Kau ingat? Malam hari di gunung itu? KIta semua duduk melingkar menyalakan api unggun depan tendaku, diantara sekian banyak tempat kosong kau memilih duduk disampingku, bukan hal besar dan patut dibanggakan, tapi kau tau? Terkadang ketika seorng gadis jatuh hati, terkadang dia melebih-lebihkan sesuatu yang tidak ada apa-apanya dan mempertanyakan maksud dari segala bentuk perilaku yang kau lakukan yang sebenarnya tidak ada maksud tertentu. Hahahaha..
Kau ingat? malam itu? Hahahaa, saat aku batuk dan kau refleks mengelus pundakku? Kau ingat ketika pagi buta di gunung itu, saat sholat subuh kau menjadi imamku? Hanya kita berdua.. Hahahaha
Kau tau hal itulah yang sesungguhnya ku rindukan, namun ku tau itu hanya rindu dalam diam, semoga kita saling menjaga dalam diam, menjaga diri masing-masing untuk masa depan mungkin (?)
Selamat malam, aku rindu, hanya sekedar menyapa...
Makassar, September 2015
Aku hanya ingin menyapamu melalui tulisan singka ini, meski tak begitu singkat. hehehe...
Apa kabarmu? Sehat? Sudah makan belum? Ehehehe...
Aku serasa remaja labil malam ini..
Aku hanya ingin menyapamu, selamat malam! terlalu banyak kata yang ingin terungkap hingga aku biingung ingin mulai dari mana.
aku ingin menyapamu meski tak langsung sampai kepadamu. Tulisan ini perlu berjuang dengan sangat sangat sangat keras hanya untuk sampai kepadamu. Hahahaha, kau tau kenapa? Karena tak ada akses bagimu untuk membaca tulisan ini... (tetapi sekarang kamu mungkin sudah bisa membacanya)
Terkadang sebuah rindu tak mestidiutarakan secara langsung kepada sang tersangka, kepada sang pemilik, kepada sang pembuat rindu ini..
Rindu yah? Entahlah harus memulai darimana untuk mengutarakan rindu ini. Apa aku harus mulai dari awal kita bertemu?Atau aku harus memulai saat dimana kau pertama kalinya menyapaku, saat dimana itu adalah hal langkah yang kau lakukan kepada orang-orang? Atau aku harus mulai dari saat dimana kita duduk berdampingan pertama kalinya meski itu dalam diam? ataukah aku harus mulai dari foto berdua kita yang pertama? ataukah aku harus mulai dari hal pertama yang membuatmu kagum padaku? ataukah aku harus memulai dari saat pertama kali kau genggam tanganku meski itu tanpa disengaja? Meskipun itu genggaman tangan pertama dan terakhir, hahahaha. Ataukah aku harus mulai dari saat dimana aku merindukanmu dan kau tiba-tiba menchatku seperti malam ini? Hahahaha
Mungkin terlalu banyak jikalau kuceritakan semua, namun hal-hal itulah yang kurindukan. Kau ingat saat dimana kita mendaki gunung bersama untuk kedua kalinya? Saat dimana kau cemberut karena berusaha menjagaku dari belakang dan aku dengan bodohnya aku menyebut nama orang dari masa laluku? Hahahaha, apa perlu aku deskripsikan raut wajahmu saat itu? Sangat lucu kau tau? Hahaha aku rindu..
Kau ingat? Malam hari di gunung itu? KIta semua duduk melingkar menyalakan api unggun depan tendaku, diantara sekian banyak tempat kosong kau memilih duduk disampingku, bukan hal besar dan patut dibanggakan, tapi kau tau? Terkadang ketika seorng gadis jatuh hati, terkadang dia melebih-lebihkan sesuatu yang tidak ada apa-apanya dan mempertanyakan maksud dari segala bentuk perilaku yang kau lakukan yang sebenarnya tidak ada maksud tertentu. Hahahaha..
Kau ingat? malam itu? Hahahaa, saat aku batuk dan kau refleks mengelus pundakku? Kau ingat ketika pagi buta di gunung itu, saat sholat subuh kau menjadi imamku? Hanya kita berdua.. Hahahaha
Kau tau hal itulah yang sesungguhnya ku rindukan, namun ku tau itu hanya rindu dalam diam, semoga kita saling menjaga dalam diam, menjaga diri masing-masing untuk masa depan mungkin (?)
Selamat malam, aku rindu, hanya sekedar menyapa...
Makassar, September 2015
Komentar
Posting Komentar