Kau tahu mengenai rasa yang tersimpan dalam hati ini? Tentang rasa yang hanya kau sampaikan melalu ribuan oksigen yang kau hirup, melalu udara yang selalu kau rasa namun tak pernah kau lihat, melalui tumbuhan yang selalu saja melambai-lambai kearahmu seakan kau mataharinya, melalui senyum yang ku ukir ketika kita bertemu, melalui rasa gengsi yang ku buat ketika kita caggung, melalu mata yang berbinar ketika menatapmu, dan melalui setiap degupan jantungku yang ku tau kau tak mendengarnya..
Miris..
Aku tak berharap banyak dari setiap percakapan atau apapun keadaan yang kita ciptakan bersama, yang aku tahu, ketika aku melihatmu aku senang. Sesederhana itu? Mungkin ya, aku tak berharap banyak karna memang tidak boleh dan aku tau aku tak bisa..
Miris..
Kau tau? Ketika mereka mengumbar tentang kedekatanmu dengannya, aku hanya bisa trsenyum menelan rasa iri padanya. Tau kau lebih sering chat dengannya, tau kau lebih sering bertemu dengannya di luar dengan sebuah perencanaan yang matang, tau kau mengabulkan permintaannya hanya dengan sekali permintaan, tau kau selalu bersenda gurau dengannya, yahh aku hanya bisa tersenyum melihatmu dengannya, tapi aku tak boleh menarik kesimpulan tentangmu dengannya..
Miris...
Karena kau tau aku tak pantas untukmu untuk saat ini, maka bersabarlah. Mungkin suatu saat nanti aku datang kepadamu dengan keadaan siap dan pantas untukmu..
Kau kemungkinan yang aku semogakan..
Miris..
Aku tak berharap banyak dari setiap percakapan atau apapun keadaan yang kita ciptakan bersama, yang aku tahu, ketika aku melihatmu aku senang. Sesederhana itu? Mungkin ya, aku tak berharap banyak karna memang tidak boleh dan aku tau aku tak bisa..
Miris..
Kau tau? Ketika mereka mengumbar tentang kedekatanmu dengannya, aku hanya bisa trsenyum menelan rasa iri padanya. Tau kau lebih sering chat dengannya, tau kau lebih sering bertemu dengannya di luar dengan sebuah perencanaan yang matang, tau kau mengabulkan permintaannya hanya dengan sekali permintaan, tau kau selalu bersenda gurau dengannya, yahh aku hanya bisa tersenyum melihatmu dengannya, tapi aku tak boleh menarik kesimpulan tentangmu dengannya..
Miris...
Karena kau tau aku tak pantas untukmu untuk saat ini, maka bersabarlah. Mungkin suatu saat nanti aku datang kepadamu dengan keadaan siap dan pantas untukmu..
Kau kemungkinan yang aku semogakan..
Komentar
Posting Komentar