Dia duduk di sudut kursi, menantikan kedatangan sesosok yang selalu membuatnya tersenyum dipagi hari. Seseorang yang membuatnya datang lebih pagi, membuatnya menemukan suatu semangat lain dalam hidupnya. setiap pagi, yah setiap pagi dia menjadi orang pertama yang datang ke kampus, hanya demi menjadi orang pertama untuk disapanya. Dia menunggu dengan riangnya, tak sekalipun dia mengerutkan wajahnya, senyum itu selalu terkembang dari bibirmanisnya, senyum yang ia tujukan untuk sosok itu.
Dia dataaang!! Pekiknya dalam hati. Ia segera menundukkan wajahnya guna memperbaiki raut wajahnya.
"Selalu saja.." ujar sosok itu tiba-tiba.
"ehhh.." sahut wanita itu bingung.
"Kau selalu saja datang pagi-pagi buta, apa kau tidak merasa kesepian menunggu kedatangan yang lain pada jam segini?"
"Emm, tidak!" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya. "Justru aku menyukainya, ini sangat menyenangkan.." lanjutnya dengan tersenyum.
"kau tidak bosan?" ucap sosok itu.
"tidak, aku menikmatinya.." ujar gadi itu lagi.
"oh ya?"
Namun gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Ingin memulai perbincangan baru, namun lidahnya terasa kelu, dia nampak bingung dan gugup berada didekat sosok itu. serasa dia ingin memberhentikan waktu saja saat itu.
Waktupun terus bergulir, teman - teman kampus yang lainnya pun terus berdatangan, memperpanjang jarak diantaa mereka. saat - saat seperti ini, gadis itu hanya dapat menatapnya dari kejauhan, dan bersembunyi dibalik keramaian.
Gadis itu menghela nafasnya dalam-dalam..
Aku hanya mampu menatapnya dari kejauhan dan bersembunyi dibalik keramaian. Mengaguminya dalam diam, bertegur sapa dan bersenda gurau di pagi hari, membuat sebuah jarak yang dekat di pagi hari. Ujarnya didalam hati, masih menatap pria itu.
"apa yang kau khayalkan sedari tado? ujar sebuah suara mengagerkannya dari lamunan panjangnya.
"ahh. ti.. ti.. tidak ada apa-apa.." ujarnya terbata.
"oh ya? Lebih baik kita pulang, dosen berhalangan masuk dan kita diliburkan untuk jam terakhir." jelasnya.
"yasudah, aku pulang duluan kalau begitu. Sampai jumpa besok.." ujar gadis itu.
Kami bertatap muka! Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku berpamitan pulang dengannya? Pekiknya didalam hati.
Namun sayang, sosok itu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan ruang kelas mereka tanpa berucap kata pada gadis itu.
Mungkin besok pagi saja...
Dia dataaang!! Pekiknya dalam hati. Ia segera menundukkan wajahnya guna memperbaiki raut wajahnya.
"Selalu saja.." ujar sosok itu tiba-tiba.
"ehhh.." sahut wanita itu bingung.
"Kau selalu saja datang pagi-pagi buta, apa kau tidak merasa kesepian menunggu kedatangan yang lain pada jam segini?"
"Emm, tidak!" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya. "Justru aku menyukainya, ini sangat menyenangkan.." lanjutnya dengan tersenyum.
"kau tidak bosan?" ucap sosok itu.
"tidak, aku menikmatinya.." ujar gadi itu lagi.
"oh ya?"
Namun gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Ingin memulai perbincangan baru, namun lidahnya terasa kelu, dia nampak bingung dan gugup berada didekat sosok itu. serasa dia ingin memberhentikan waktu saja saat itu.
Waktupun terus bergulir, teman - teman kampus yang lainnya pun terus berdatangan, memperpanjang jarak diantaa mereka. saat - saat seperti ini, gadis itu hanya dapat menatapnya dari kejauhan, dan bersembunyi dibalik keramaian.
Gadis itu menghela nafasnya dalam-dalam..
Aku hanya mampu menatapnya dari kejauhan dan bersembunyi dibalik keramaian. Mengaguminya dalam diam, bertegur sapa dan bersenda gurau di pagi hari, membuat sebuah jarak yang dekat di pagi hari. Ujarnya didalam hati, masih menatap pria itu.
"apa yang kau khayalkan sedari tado? ujar sebuah suara mengagerkannya dari lamunan panjangnya.
"ahh. ti.. ti.. tidak ada apa-apa.." ujarnya terbata.
"oh ya? Lebih baik kita pulang, dosen berhalangan masuk dan kita diliburkan untuk jam terakhir." jelasnya.
"yasudah, aku pulang duluan kalau begitu. Sampai jumpa besok.." ujar gadis itu.
Kami bertatap muka! Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku berpamitan pulang dengannya? Pekiknya didalam hati.
Namun sayang, sosok itu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan ruang kelas mereka tanpa berucap kata pada gadis itu.
Mungkin besok pagi saja...
Komentar
Posting Komentar