Langsung ke konten utama

Cerita di Pagi Hari: Pria di Pagi Hari dan Wanita di Sudut Kursi

Dia duduk di sudut kursi, menantikan kedatangan sesosok yang selalu membuatnya tersenyum dipagi hari. Seseorang yang membuatnya datang lebih pagi, membuatnya menemukan suatu semangat lain dalam hidupnya. setiap pagi, yah setiap pagi dia menjadi orang pertama yang datang ke kampus, hanya demi menjadi orang pertama untuk disapanya. Dia menunggu dengan riangnya, tak sekalipun dia mengerutkan wajahnya, senyum itu selalu terkembang dari bibirmanisnya, senyum yang ia tujukan untuk sosok itu.

Dia dataaang!! Pekiknya dalam hati. Ia segera menundukkan wajahnya guna memperbaiki raut wajahnya.

"Selalu saja.." ujar sosok itu tiba-tiba.

"ehhh.." sahut wanita itu bingung.

"Kau selalu saja datang pagi-pagi buta, apa kau tidak merasa kesepian menunggu kedatangan yang lain pada jam segini?"

"Emm, tidak!" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya. "Justru aku menyukainya, ini sangat menyenangkan.." lanjutnya dengan tersenyum.

"kau tidak bosan?" ucap sosok itu.

"tidak, aku menikmatinya.." ujar gadi itu lagi.

"oh ya?"

Namun gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Ingin memulai perbincangan baru, namun lidahnya terasa kelu, dia nampak bingung dan gugup berada didekat sosok itu. serasa dia ingin memberhentikan waktu saja saat itu.

Waktupun terus bergulir, teman - teman kampus yang lainnya pun terus berdatangan, memperpanjang jarak diantaa mereka. saat - saat seperti ini, gadis itu hanya dapat menatapnya dari kejauhan, dan bersembunyi dibalik keramaian.

Gadis itu menghela nafasnya dalam-dalam..

Aku hanya mampu menatapnya dari kejauhan dan bersembunyi dibalik keramaian. Mengaguminya dalam diam, bertegur sapa dan bersenda gurau di pagi hari, membuat sebuah jarak yang dekat di pagi hari. Ujarnya didalam hati, masih menatap pria itu.

"apa yang kau khayalkan sedari tado? ujar sebuah suara mengagerkannya dari lamunan panjangnya.

"ahh. ti.. ti.. tidak ada apa-apa.." ujarnya terbata.

"oh ya? Lebih baik kita pulang, dosen berhalangan masuk dan kita diliburkan untuk jam terakhir." jelasnya.

"yasudah, aku pulang duluan kalau begitu. Sampai jumpa besok.." ujar gadis itu.

Kami bertatap muka! Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku berpamitan pulang dengannya? Pekiknya didalam hati.

Namun sayang, sosok itu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan ruang kelas mereka tanpa berucap kata pada gadis itu.

Mungkin besok pagi saja...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah Aku Menyapa?

Bolehkah aku menyapa? Disaat hati ini merasa enggan dan malu, Bolehkah Aku menyapa? Disaat kau bahkan tak melihat ataupun menatapku. Bolehkah aku menyapa? Disaat aku hanyalah seorang gadis yang tak punya kelebihan apapun. Bolehkah aku menyapa? Disaat matamu hanya menatap gadis lain dan itu bukan aku. Bolehkah aku menyapa? Disaat namaku pun kau tak tau. Bolehkah aku menyapa? Disaat kehadiranku pun kau tak kau sadari. Bolehkah aku menyapa? Meski melalu bait-bait puisi ini, yang entah akan kau baca atau tidak.. Bolehkah aku menyapa? #puisilama

Is that called LOVE?

        Kita tidak tau kapan sebuah perasaan muncul terhadap seseorang. Kita juga tidak tau kepada siapa perasaan ini akan berlabuh, kita tidak tahu apakah perasaan ini benar ataupun salah.         Hmmm, LOVE? Are we talking about LOVE now? Ohh God, for sure I haven't in relationship before, but I've fallin in love for some times to some man that always end with SUCK!!         Tapi, resiko ketika kita jatuh CINTA adalah SAKIT. Because LOVE is PAIN! Menurutku seperti itu, karena sebahagia apapun kita akan cinta yang kita miliki, pasti kita juga merasakan sakit karenanya, meski tidak sesakit orang yang cintanya ditolak, bertepuk sebelah tangan, dicampakkan, ataupun korban perselingkuhan karena cinta.         Kalu berbicara mengenai CINTA, saya tidak tahu pegertian cinta yang sebenarnya itu apa, tapi yang saya tau, CINTA adalah sesuatu yang kita ras...

Untitled

Entahh mau mulai dari mana, entah mau menggambarkannya seperti apa, semua perasaan itu mengganggu, perasaan yang sangat tak mengenakkan untuk dikenang, ataupu dirasakan saat ini.. Kecewaaaaa.. Yahhh, perasaan itulah yang tegah ku rasakan, kekecewaan yang begitu mendalam terhadap mereka, mereka mungkin tidak meyadari karena kini mereka melangkah lebih cepat dariku 10x lebih cepat melangkah dariku tanpa menungguku, mereka berjalanseolah tak ada aku disana, mereka berjalan seolah aku hanya bayangan mereka yang mengikuti mereka tanpa mengetahui arah dan tujuan mereka. Sangat menyedihkan.. Mereka tersenyum, tertawa, bahagia, tanpaku. Itu mungkin lebih baik buat mereka, mereka telah menemukan jalan hidup mereka yang sesungguhnya, mungkinn. Aku tak mengerti apa yang tengah ku pikirkan pada saat ini, berpikir seolah-olah kini aku telah mati untuk mereka, merasa terbuang oleh sekumpulan emas, apakah benar itu yang terjadi? Huh? Sangat mirisss.. Mereka datang mencariku ketika mereka memb...